Sekda Sumenep Tegaskan Festival Ojung Kian Menguat sebagai Identitas Budaya Lokal
- Yudie -
- 13 Apr, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus menunjukkan keseriusannya dalam menjaga warisan budaya daerah melalui berbagai agenda, salah satunya Festival Ojung yang masuk dalam rangkaian Kalender Event 2026.
Festival ini tidak hanya digelar
sebagai hiburan semata, melainkan menjadi simbol kuat kearifan lokal yang perlu
dijaga keberlangsungannya. Pemerintah daerah menilai pentingnya pewarisan
tradisi kepada generasi muda agar tidak tergerus arus modernisasi.
Sekretaris Daerah Kabupaten
Sumenep, Agus Dwi Saputra, menegaskan bahwa Festival Ojung memiliki nilai lebih
dari sekadar tontonan. Tradisi tersebut mengandung makna mendalam tentang
kebersamaan, keberanian, serta sportivitas dalam kehidupan sosial masyarakat.
“Festival ini bukan hanya untuk
dilihat, tetapi juga menjadi pedoman nilai kehidupan yang harus terus
diwariskan,” ujarnya saat menghadiri kegiatan di Pantai Galung, Desa Juruan
Daja, Kecamatan Batuputih, Minggu (12/04/2026).
Ia menekankan pentingnya
keterlibatan generasi muda dalam menjaga eksistensi tradisi tersebut.
Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton, melainkan harus terlibat
langsung sebagai pelaku budaya.
Agus juga mengingatkan agar
generasi muda tidak melupakan akar budaya daerahnya. Dengan mengenal,
mencintai, dan melestarikan tradisi, diharapkan mereka mampu mempertahankan
identitas diri di tengah perkembangan zaman.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa
Festival Ojung harus terus hidup dan berkembang agar tetap relevan di tengah
dinamika masyarakat. Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat
menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan tradisi tersebut.
Seiring perkembangan zaman,
pemerintah daerah juga melakukan inovasi dalam pengemasan festival. Mulai dari
penataan lokasi, pemanfaatan promosi digital, hingga menggandeng pelaku ekonomi
kreatif untuk meningkatkan daya tarik acara.
Meski demikian, nilai-nilai utama
dalam tradisi Ojung tetap dijaga. Unsur sportivitas, keberanian, dan
kebersamaan tetap menjadi inti yang tidak boleh hilang dalam setiap
pelaksanaan.
Sebagai informasi, Ojung merupakan
tradisi adu ketangkasan dengan menggunakan rotan, yang dimainkan oleh dua orang
secara bergantian memukul tubuh lawan. Peserta yang paling banyak mengenai
tubuh lawan dinyatakan sebagai pemenang.
Tradisi ini juga memiliki dimensi
spiritual bagi masyarakat setempat. Ojung kerap dilaksanakan sebagai bagian
dari ritual untuk memohon keselamatan desa dari bencana, serta sebagai doa agar
hujan turun di musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Sumenep
optimistis Festival Ojung akan terus berkembang menjadi ikon budaya yang
membanggakan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong sektor
pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.
Di akhir pernyataannya, Agus
berharap Festival Ojung dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial
antarwarga, sekaligus ruang bersama untuk merayakan kekayaan budaya lokal yang
dimiliki. (yud)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


