:

Sekda Sumenep Tegaskan Festival Ojung Kian Menguat sebagai Identitas Budaya Lokal

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus menunjukkan keseriusannya dalam menjaga warisan budaya daerah melalui berbagai agenda, salah satunya Festival Ojung yang masuk dalam rangkaian Kalender Event 2026.

 

Festival ini tidak hanya digelar sebagai hiburan semata, melainkan menjadi simbol kuat kearifan lokal yang perlu dijaga keberlangsungannya. Pemerintah daerah menilai pentingnya pewarisan tradisi kepada generasi muda agar tidak tergerus arus modernisasi.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, menegaskan bahwa Festival Ojung memiliki nilai lebih dari sekadar tontonan. Tradisi tersebut mengandung makna mendalam tentang kebersamaan, keberanian, serta sportivitas dalam kehidupan sosial masyarakat.

 

“Festival ini bukan hanya untuk dilihat, tetapi juga menjadi pedoman nilai kehidupan yang harus terus diwariskan,” ujarnya saat menghadiri kegiatan di Pantai Galung, Desa Juruan Daja, Kecamatan Batuputih, Minggu (12/04/2026).

 

Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menjaga eksistensi tradisi tersebut. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton, melainkan harus terlibat langsung sebagai pelaku budaya.

 

Agus juga mengingatkan agar generasi muda tidak melupakan akar budaya daerahnya. Dengan mengenal, mencintai, dan melestarikan tradisi, diharapkan mereka mampu mempertahankan identitas diri di tengah perkembangan zaman.

 


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Festival Ojung harus terus hidup dan berkembang agar tetap relevan di tengah dinamika masyarakat. Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan tradisi tersebut.

 

Seiring perkembangan zaman, pemerintah daerah juga melakukan inovasi dalam pengemasan festival. Mulai dari penataan lokasi, pemanfaatan promosi digital, hingga menggandeng pelaku ekonomi kreatif untuk meningkatkan daya tarik acara.

 

Meski demikian, nilai-nilai utama dalam tradisi Ojung tetap dijaga. Unsur sportivitas, keberanian, dan kebersamaan tetap menjadi inti yang tidak boleh hilang dalam setiap pelaksanaan.

 

Sebagai informasi, Ojung merupakan tradisi adu ketangkasan dengan menggunakan rotan, yang dimainkan oleh dua orang secara bergantian memukul tubuh lawan. Peserta yang paling banyak mengenai tubuh lawan dinyatakan sebagai pemenang.

 

Tradisi ini juga memiliki dimensi spiritual bagi masyarakat setempat. Ojung kerap dilaksanakan sebagai bagian dari ritual untuk memohon keselamatan desa dari bencana, serta sebagai doa agar hujan turun di musim kemarau.

 

Pemerintah Kabupaten Sumenep optimistis Festival Ojung akan terus berkembang menjadi ikon budaya yang membanggakan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.

 

Di akhir pernyataannya, Agus berharap Festival Ojung dapat menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga, sekaligus ruang bersama untuk merayakan kekayaan budaya lokal yang dimiliki. (yud)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *